Bento

Sekarang, bekal anak sekolah itu lucu - lucu yah. Dibentuk unik untuk merangsang nafsu makan anak, dengan catatan ibu nya harus kreatif dong. Eh sebenernya siapa ya yang mengawali membuat bekal nan lucu itu? 

Ini loh sejarahnya, 


Bento itu adalah nasi kotak yang asalnya dari Jepang, kalau di film anime kan biasanya suka diperlihatkan tuh kalau anak - anak sekolahnya pas jam istirahat pada makan bekal yang dibawa dari rumah, itulah bento. Jadi orang Jepang itu sudah terbiasa membawa bekal makanan dari rumah ketika mereka bepergian. Bekal itu dinamakan bento yang dikreasikan dalam berbagai bentuk dan tentunya menggoda selera makan. 



Bento ini sudah ada sejak 1568 sampai tahun 1600, pada kala itu orang Jepang yang mulai mengenal makan di luar rumah, mereka biasanya membawa bekal dalam kotak kayu yang sudah dipernis. Kemudian pada tahun 1600 sampai 1800, pada zaman Edo kebudayaan bento ini semakin meluas ke semua rakyat Jepang. Nah jika mereka bepergian biasanya mereka membawa bekalnya kemudian disematkan di pinggang atau disebut dengan koshikobento. Dan kemudian kebiasaan membawa bento ini terus meluas dan menyebar hingga sekarang. 



Tapi, sebenernya pernah loh membawa bento dilarang pemerintah Jepang. Sekitar tahun 1912 - 1926 lah pada saat itu ada perang dunia pertama dan mulai timbul gerakan sosial yang mana melarang anak sekolah membawa bekal dari rumah karena hal ini akan membuat kesenjangan antara orang kaya dan miskin. Dan kemudian populer kembali pas tahun 1980 an. Dan mulailah banyak toko yang menjual bento, bento pun semakin variatif. 

Dan, saya pun termasuk yang senang menyiapkan bekal dari rumah untuk Marwah sekolah. Beberapa saat lalu saya belajar membuat bento di Sekolah nya Marwah loh, dan membuat bento itu menyenangkan sekali. 


Inilah step by step saya membuat bento : 


















1 comment:

  1. Lucu2 bentuknya..dulu waktu Zidan masih TK-SD saya rajin bikin bento. Sekarang sudah jarang banget *emak pemalas :D

    ReplyDelete

Terimakasih telah berkunjung, silakan berkomentar yang sopan yaa.